Sundanesia.Com – Aliansi Yayasan Dapur Makan Bergizi yang menamakan diri Aliansi Yayasan MBG Nusantara menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program makan bergizi demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. (26/01)
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi seluruh yayasan yang tergabung, dengan menjadikan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan utama dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pemenuhan gizi yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Mandatori Ketua Aliansi Yayasan MBG Nusantara, B.T. Fernando Duling, menyampaikan apresiasi kepada seluruh yayasan yang selama ini konsisten mendukung program pemenuhan gizi dan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional.
“Hari ini berkumpul para ketua yayasan yang berkomitmen dan konsisten memberikan pelayanan terbaik dalam pemenuhan gizi. Semua ini sejalan dengan amanah Pasal 33 UUD 1945 yang menjadi pijakan dasar kami. Atas komitmen tersebut, saya menyampaikan apresiasi,” ujar Fernando Duling.
Selain penguatan komitmen, pertemuan ini juga membahas peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya relawan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Anggota Aliansi Yayasan MBG Nusantara, Yudhi Ramadhan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi relawan menjadi salah satu poin utama dalam MoU.
“Poin penting yang dibahas hari ini adalah peningkatan SDM relawan SPPG, termasuk mendorong sertifikasi BNSP, guna menjaga kualitas dan standar makanan bergizi yang diberikan kepada siswa penerima manfaat,” kata Yudhi.
Tak hanya fokus pada pelayanan gizi, Aliansi Yayasan MBG Nusantara juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu produk UMKM yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah cookies sehat rendah gula bernama Prokies, yang dinilai dapat menjadi alternatif menu kering bernilai gizi.
Perwakilan Aliansi, Linda Kartika Dewi, menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM merupakan bagian dari strategi besar untuk mendukung ketahanan ekonomi sekaligus pemenuhan gizi anak bangsa.
“Kami berkumpul dengan visi dan amanah besar menuju Indonesia Emas 2045. Dalam prosesnya, kami juga menggandeng UMKM, salah satunya Prokies, cookies sehat rendah gula yang diharapkan menjadi solusi tambahan pemenuhan gizi bagi anak-anak bangsa,” ujar Linda.
Dalam MoU tersebut, Aliansi Yayasan MBG Nusantara melibatkan sejumlah yayasan, antara lain:
1. Yayasan Kartika Chandra Triguna
Sejahtera
2. Yayasan Binar Bersama Hirasma
3. Yayasan Surya Jaga Pangan Nusantara
4. Yayasan Mulia Bhumi Gardatama
5. Yayasan Telaga Kasih Nusantara
6. Yayasan Suara Anak Negeri
7. Yayasan Berkah Sugih Rezeki
8. Yayasan Cipta Nawasena Bangsa
Aliansi Yayasan MBG Nusantara menegaskan bahwa kolaborasi lintas yayasan, peningkatan kualitas SDM, serta keterlibatan UMKM menjadi kunci keberhasilan program makan bergizi nasional dalam menyongsong Indonesia sebagai negara maju pada 2045.
